
Bukan, secara materi kami bukan orang kaya. Secara Ilmu? Apa lagi. APalah diri ini di bandingkan milyaran orang di luar sana, tak ada apa-apanya. So? Maksud loh ? he..he…
Alhamdulillah, Allah memberi saya kemudahan untuk sedikiiit memahami maksudNya. Tahu rayap? Gimana bisa hidup, lha wong menjemput rizki aja malu-malu, iya kan? Hidupnya ga pernah terlihat mata kita, kalaupun ada rasanya pengen matiin aja, tapi siapa sangka mahluk yang kita remehkan justru bisa menghancurkan rumah tinggal kita, karena koloni mereka terbentuk di bawah tanah, di kayu-kayu bangunan rumah kita. Siapa yang menghidupkan mereka? Allah.
Tahu nyamuk? Setiap saat mencari rezkinya berhadapan dengan maut, melalui tepukan kita, sengatan listrik, obat nyamuk, masya Allah…. Tapi kok tetap adaaa aja ya. Masih banyak lagi yang bisa dijadikan contoh. Ada lagi, seorang bayi yang baru dilahirkan lalu dibuang sang Ibu karena hasil hubungan gelap (mati lampu kali’ ya waktu buatnya :p ), mampukah dia mencari makan untuk dirinya? Allah, yup Allah menggerakan hati hambaNya untuk di jadikan anak, dan siapa pula menyangka justru akhirnya sang anak menjadi pembesar di negerinya. Who knows?
Sebenarnya masih banyak lagi contoh yang membuat saya terkagum-kagum dengan caraNya membagikan rezeki kepada para mahlukNya, yang ujung-ujungnya Alhamdulillah membuat saya tenang dengan hidup ini. Tenang, Allah sudah mengatur semuanya dengan rapi jali. Nah, selain rezeki untuk semua mahluk, Allah juga memberikan lagi yang tidak diberikan kepada semua mahluknya selain manusia, yaitu akal dan hati nurani.
Subhanallah, rezeki sudah di kasih, trus dikasih akal pula dan hati nurani. Yup, itulah yang membedakan manusia dengan mahluk lainnya, ada rezeki, ada akal dan hati nurani. Allah baik ya? (emang iklan a**s aja yang baik ;>). Tiap pemegang nyawa sudah di jamin rezekinya, tapi sedikit atau banyak rezekinya, tergantung kita lagi yang mau menjemputnya (ingat menjemput ya?kan sudah ada, bukan mencari!!). Mau banyak, ayo gunakan akal bagaimana menjemput rezeki sebanyak-banyaknya. Mau berkah? Ayo, gunakan hati nurani kita…. Baik ga? Halal ga? Membuat kita tenang ga? …. Ayoooo…. Pilihan ada di tangan kita. Banyak contoh di sekitar kita, banyak orang pintar tapi nurani ga’ dipakai hasilnya? Banyak tuh koruptor. Tapi , klo nuraninya dipakai cuman akal ga di pakai contohnya apa ya?.... PR deh buat pembaca …. He..he..he
So, sekarang masih takut kurang rezeki?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar