Jumat, 01 Mei 2009

Bunda (1)

Tulisan berikut saya buat : Sunday, February 09, 2003..... saat-saat saya masih sempat bercengkerama dengan almh. Bunda (Nurhayani) tercinta. Saat saya masih diberi kesempatan emas oleh Allah SWT hanya sekejap untuk sekedar membalas setitik keciiiilll budi beliau sebelum beliau meninggalkan kami setahun kemudian...... :(
________________________________________________________

Beberapa hari ini kesibukan saya banyak di habiskan di rumah sakit. Eit, tapi saya bukanlah seorang dokter... :). Alhamdulillah, saya masih diberi kesempatan untuk mengurus keperluan bunda saya tercinta dalam rangka pengobatan penyakit yang dideritanya. Banyak hal yang saya pelajari dari pengalaman ini, bukan hanya tentang penyakit, tapi pelajaran-pelajaran yang berkaitan dengan emosi seorang manusia. Bayangkan, saya yang baru beberapa hari di repotkan (maaf bunda... ) dengan mengantar kesana kemari, mengambil darah, menebus obat, menemani penyinaran, lapor sana, lapor sini.... hhh... terasa membosankan dan menjemukan dibandingkan dengan kegiatan sehari-hari saya di depan komputer.

Tapi, selama itu pula ternyata Allah memberi saya banyak hikmah melalui kejadian ini. Tidak dapat saya bayangkan seandainya bunda saya tercinta merasakan apa yg saya rasakan beberapa hari ini dala mengurus kami anak-anaknya selama puluhan tahun. Entah mengurus anak yang sakit, mengurus suami yang kemauannya belum tentu sama dengan beliau, dan berlari kesana kemari mengikuti kemauan sang anak-anak agar kami semua terlihat bahagia. Subhanallah, terbuat dari apa hati seorang bunda?! dan itu beliau jalani selama puluhan tahun.

Beliau juga rela menahan rasa sakitnya selama ini, demi mengantar kami semua melewati gerbang pernikahan. Hingga, mungkin.. karena sudah tak tertahan lagi rasa perih di badan , beliau baru mengatakan adanya rasa sakit itu. Dan untuk itu semua , saya sebagai orang anak merasa di repotkan?...

Saya jadi teringat dengan sebuah artikel yang saya nilai sangat menyentil saya mengenai seorang ibu. Mungkin dapat kita ambil hikmahnya.....

Kasih Sayang Seorang Ibu.


Saat kau berumur 15 tahun, dia pulang kerja ingin memelukmu.
Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu.

Saat kau berumur 16 tahun, dia ajari kau mengemudi mobilnya.
Sebagai balasannya, kau pakai mobilnya setiap ada kesempatan
tanpa peduli kepentingannya.

Saat kau berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang
penting. Sebagai balasannya, kau pakai telepon nonstop
semalaman.

Saat kau berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau
lulus SMA. Sebagai balasannya, kau berpesta dengan temanmu
hingga pagi.

Saat kau berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan
mengantarmu ke kampus pada hari pertama. Sebagai balasannya,
kau minta diturunkan jauh daripintu gerbang agar kau tidak
malu di depan teman-temanmu.

Saat kau berumur 20 tahun, dia bertanya, "Dari mana saja
seharian ini?". Sebagai balasannya, kau jawab,"Ah Ibu cerewet
amat sih, ingin tahu urusan orang!"

Saat kau berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan
yang bagus untuk karirmu di masa depan. Sebagai balasannya,
kau katakan,"Aku tidak ingin seperti Ibu."

Saat kau berumur 22 tahun, dia memelukmu dengan haru saat
kau lulus perguruan tinggi. Sebagai balasannya, kau tanya dia
kapan kau bisa ke Bali.

Saat kau berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture
untuk rumah barumu. Sebagai balasannya, kau ceritakan pada
temanmu betapa jeleknya furniture itu.

Saat kau berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan
bertanya tentang rencananya di masa depan. Sebagai balasannya,
kau mengeluh,"Bagaimana Ibu ini, kok bertanya seperti itu?"

Saat kau berumur 25 tahun, dia mambantumu membiayai penikahanmu.
Sebagai balasannya, kau pindah ke kota lain yang jaraknya lebih
dari 500 km.

Saat kau berumur 30 tahun, dia memberikan beberapa nasehat
bagaimana merawat bayimu. Sebagai balasannya, kau katakan
padanya,"Bu, sekarang jamannya sudah berbeda!"

Saat kau berumur 40 tahun, dia menelepon untuk memberitahukan
pesta ulang tahun salah seorang kerabat. Sebagai balasannya,
kau jawab,"Bu, saya sibuk sekali, nggak ada waktu."

Saat kau berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlu-
kan perawatanmu. Sebagai balasannya, kau baca tentang pengaruh
negatif orang tua yang menumpang tinggal di rumah anak-anaknya.

Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang. Dan tiba-
tiba kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan, karena
mereka datang menghantam HATI mu bagaikan palu godam.

JIKA BELIAU MASIH ADA, JANGAN LUPA MEMBERIKAN KASIH SAYANGMU LEBIH DARI YANG PERNAH KAU BERIKAN SELAMA INI DAN JIKA BELIAU SUDAH TIADA, INGATLAH KASIH SAYANG DAN CINTANYA YANG TULUS TANPA SYARAT KEPADAMU.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar