Rabu, 10 Juni 2009

belajar mengatakan: CUKUP!!

Alkisah di suatu desa hiduplah seorang petani miskin. Hingga suatu hari dia mendapatkan mata air dekat gubuknya yang mengeluarkan kepingan emas. Kepingan emas itu terus menerus keluar dari mata air itu, dan akan berhenti jika petani mengatakan: cukup! .

Lalu dikumpulkanlah kepingan emas itu kedalam satu karung. Satu krung tak cukup, ditambahnya lagi dengan karung-karung yang lain. Setelah bekarung-karung penuh, di penuhinya tempayan yang ada. Dirasa kurang cukup, digalinya tanah di dalam rumah untuk menimbun kepingan-kepingan emas yang masih terus mengalir, hingga akhirnya sang petani itu tewas karena tertimbun kepingan emas. Hff...... betapa nyawa bisa menghilang karena tidak bisa berkata : CUKUP!.

Demikian juga dengan kebanyakan kita dalam kehidupan sehari hari. Para karyawan tidak pernah merasa cukup dengan gajinya, selalu mengeluh kekurangan setiap bulannya. Para pengusaha tidak pernah puas dengan target yang jauh dari harapan. Para istri selalu mengeluh dengan kurangnya perhatian dari suami, para suami mengeluhkan istri yang kurang pengertian. Anak-anak pun merasa kasih sayang orang tua tidak pernah cukup. Para anggota dewan selalu merasa kurang atas segala tunjangan yg di terima. Ahhh..... mengeluh dan mengeluh atas ketidakcukupan yang diterima. Yang pada akhirnya menyebabkan frustasi, korupsi, selingkuh, stress, narkoba dll.....

Sedih yaa, karena saat ini kita kurang belajar mengatakan: cukup! Andaikan kata itu kita sebutkan, mungkin tak ada lagi stress, frustasi dan perasaan tidak enak lainnya.

Cukup disini bukan berarti mematikan kreativitas. Cukup di sini adalah merasa bersyukur atas apa yang kita terima, bukan apa yang kita belum terima. Merasa cukup dengan yang ada muncul dari lapangnya hati, rasa bersyukur atas semua yang Allah telah beri. Yang belum Allah beri, kita masih bisa berharap dan berdo'a dan terus usaha.

Coba lah kita rasakan, betapa lapangnya dunia ketika rasa cukup keluar dari mulut dan hati kita. Alhamdulillah...... segala pujian memang hanya untukNya atas semua nikmatNya yang memang sudah di takar CUKUP untuk kita semua ......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar